Alsin Pengolahan Sayuran

 

Selama ini permintaan ekspor sayuran tropis semakin meningkat, namun memerlukan persyaratan mutu tertentu, sehingga seringkali petani terkendala untuk ikut berperan karena pengetahuan dan teknologi yang dimiliki petani masih terbatas.

Sementara itu, dilokasi sentra sayuran masih banyak dijumpai sayuran yang terbuang terutama sewaktu musim panen raya. Sifat sayuran juga mudah rusak dan umur simpannya relatif pendek sehingga membutuhkan pengolahan yang tepat.

Dukungan teknologi mekanisasi pasca panen sangat penting untuk menjamin ketersediaannya sepanjang tahun dan meningkatkan kualitas produk olahannya. Model mekanisasi pengolahan sayuran mungkin merupakan salah satu solusi.

Badan Litbang Pertanian melalui Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan) telah mengembangkan model tersebut dengan menerapkan suatu paket alat mesin pengolah sayuran berkapasitas 500 kg/hari, yang terdiri dari 1 unit mesin perajang (kap. 100 kg/jam), 2 unit mesin pengering (kap. 100 kg/5 jam), 1 unit mesin penepung ( kap. 100 kg/jam) dan 1 unit pengemas (kap. 450 kg/jam @ kemasan 1 kg).

Paket alsin pengolahan sayuran ini sudah diterapkan di Kelompok Tani Jaya Alam Lestari, Dusun Gambung Pangkalan, Desa Cisondari, Kecamatan Pasir Jambu, Kabupaten Bandung.

Hasil pengujian di lokasi sentra tersebut menunjukkan bahwa kapasitas aktual paket alsin (proses pengolahan) adalah 372 – 400 kg/hari (tergantung jenis sayuran yang diolah).

Biaya operasi masing-masing mesin yaitu untuk perajang Rp. 164,47/kg, mesin pengering Rp. 230,92/kg, mesin penepung Rp. 342,94/kg dan pengemas sebesar Rp. 218,07/kg.

Nilai B/C ratio diperoleh sebesar 1,73; nilai net present value (NPV) Rp. 45.148.814 dan IRR sebesar 28%, artinya cukup layak hingga bunga modal 28%.

Pengembangan model mekanisasi dengan mengadopsi hasil-hasil perekayasaan yang telah ada untuk produk hortikultura (sayuran) dan diterapkan disuatu wilayah sentra produksi sayuran ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan untuk pengolahan sayuran kering dan menjadi model percontohan sekaligus menjadi pendorong tumbuhnya agroindustri pedesaan.

Pengembangan model mekanisasi melalui pemanfaatan inovasi teknologi alat mesin pengolahan sayuran kering ini, diharapkan menjadi pemicu bagi sentra produksi sayuran (orientasi ekspor) daerah lain.

Diversifikasi produk sayuran segar menjadi olahan kering, seperti: cabe kering, cabe bubuk, wortel kering dan lain-lain, mampu meningkatkan nilai tambah produk,menunda jual produk (tahan disimpan) dan mengatasi hasil produksi yang terbuag karena over supply.

Pengelolaan model yang lebih profesional dan berbasis agribisnis diharapkan mampu mendorong tumbuhnya kelembagaan, agro-industri pedesaan dan variansi pasar baru produk hortikultura. (Wira)

Sumber : (Balitbangtan)

favicon sertifikasi
BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN
Jl. Tangkuban Perahu 517,Kotak Pos 8413 Lembang 40391 - Jawa Barat - Indonesia.

Twitter Feed

  • RT @balitsa_ivegri: Ini keripik Kentang Chidori dihasilkan dari olahan kentang varietas medians hasil penelitian dari Balai Penelitian Tanaman Sayuran.
    Jul. 28, 2018
  • RT @balitsa_ivegri: Tiga Mahasiswa asal Malaysia kunjungi Balai Penelitian Tanaman Sayuran.
    Aug. 2, 2018

Waktu Pelayanan

  • Senin s/d Kamis :
    8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat :
    12.00 - 13.00 WIB
  • Jumat :
    8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat :
    11.30 - 13.00 WIB
Connect With Us