JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Hilirisasi Teknologi Mekanisasi Pertanian dengan Training Inkubasi Bisnis

Training Inkubasi Bisnis

Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan) merupakan unit kerja di bawah Badan Litbang Pertanian yang salah satunya mempunyai mandat untuk hilirisasi teknologi mekanisasi pertanian. Dalam pembukaan Training Inkubasi Bisnis, Agung Prabowo, selaku Kabid KSPHP menyampaikan bahwa BBP Mektan memiliki Taman Sains Pertanian di bidang Enjiniring Pertanian atau dikenal dengan nama Taman Sains Enjiniring Pertanian (TSEP).

TSEP ini tidak hanya menjadi etalase prototipe produk teknologi pertanian unggulan tetapi juga menjadi pusat pelatihan bidang engineering pertanian dalam bentuk inkubasi bisnis. “Inkubasi ini berupa pembinaan, pelatihan bahkan pengkaderan untuk stakeholder seperti petani muda maupun orang umum yang dipersiapkan menjadi entrepreneur di bidang engineering pertanian,” jelas Agung.

Training Inkubasi Bisnis saat ini merupakan kali pertama pada tahun 2018. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 16 s.d 22 April 2018, dengan peserta terdiri dari 15 orang peserta dari berbagai wilayah di Indonesia. Materi training difokuskan pada pengenalan dan pembuatan Alat Tanam Benih Langsung (ATABELA) yang dapat ditarik dengan Traktor Roda Dua. Atabela sendiri merupakan alat tanam benih untuk padi hasil rekayasa BBP Mektan dan sudah terbukti efektif dalam bertanam padi sistem Largo Super (Larikan Gogo Super) yang khusus dikembangkan di lahan kering. Atabela ini didesain untuk bisa menghasilkan 8 barisan tanam jajar legowo dengan jarak 20x10x40.

Kegiatan inkubasi Bisnis yang dilakukan di BBP Mektan ada 3 kategori disesuaikan dengan tujuan pelatihan dan latar belakang peserta yaitu calon operator, calon wirausahawan perbengkelan alsintan dan manajemen bisnis usaha alsintan seperti UPJA.

Bagi calon operator dilakukan pelatihan pengoperasian alat pertanian, perawatan alsintan, bongkar pasang, assembling, memperbaiki yang rusak serta trouble shooting alsintan. Calon entrepreneur di bidang perbengkelan akan dilatih bagaimana membuat satu prototipe alsintan yang nantinya bisa membuat sendiri di daerah mereka dan harus dikembangkan di daerah masing-masing, sehingga diharapkan mereka yang ikut sudah mengetahui dasar perbengkelan seperti mengelas, bubut dan lainnya. Untuk bisnis di bidang alsintan, akan dilatih manajemen perbengkelan, manajemen usaha sewa alsintan, manajemen pengelolaan UPJA dan lainnya, sehingga diharapkan pesertanya merupakan pengelola UPJA. Lamanya pelatihan pun tergantung pada hasil akhir yang diharapkan. Misalnya untuk calon operator, selama satu minggu sedangkan untuk calon perbengkelan bisa sampai dua minggu sampai datu bulan. “Karena diajari dasar-dasar desain dan membaca gambar hingga belajar cara memotong dan menyambung membentuk alat,” tambah Agung.

Dengan dilengkapi beragam laboratorium yang lengkap seperti laboratorium desain, perekayaasaan, otomatisasi dan instrumentasi, hingga lab pengujian, sehingga BBP Mektan dapat melatih calon peserta training dari hulu hingga hilir tentang mekanisasi pertanian.(Wira)

Sumber : http://www.litbang.pertanian.go.id/berita/one/3253/

faviconsertifikasi

BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN
Jl. Tangkuban Perahu 517,Kotak Pos 8413
Lembang 40391 - Jawa Barat - Indonesia
Telp: 022 - 2786245
Fax: 022 - 2789951, 2787676

http://balitsa.litbang.pertanian.go.id

Resep Masakan Resep Masakan