Teknologi ozon sebagai pengawet produk hortikultura yang aman telah dilaunching dan diperkenalkan oleh Kementerian Pertanian ke masyarakat. Teknologi ini merupakan alternatif untuk menggantikan penggunaan pengawet produk hortikultura berbahaya yang selama ini masih banyak digunakan.

Teknologi ozon ini dikembangkan oleh Badan Litbang Pertanian melalui Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan). Teknologi ini menggunakan metode pencucian dan sterilisasi dengan menggunakan air berozon.

Keunggulan teknologi ini dapat mencuci dan mensterilkan produk hortikultura sehingga memiliki masa simpan lebih panjang. Disamping itu pengoperasiannya juga sangat mudah hanya dengan sekali pencucian saja.

Petani mempunyai banyak masalah dengan produk hortikukultura terutama pada sayuran yang masih banyak mengandung peptisida dan cepat busuk karena mengandung bakteri. Oleh karena itu dengan menggunakan teknologi ini, sayuran dicuci menggunakan air berozon sehingga bakterinya terbunuh dan pestisidanya luruh. Hasil sayurannya bersih dan bisa awet sampai 2 minggu.

Teknologi ozon ini menggunakan air berozon, serta spesifikasi dimensi 2940 x 1500 x 100 mm dengan kapasitas mencapai 500 - 1000 kg. Teknologi ini tidak menimbulkan efek negatif sehingga sangat direkomendasikan penggunaan pada sayuran karena aman bagi kesehatan. (Wira)

Sumber : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

favicon sertifikasi
BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN
Jl. Tangkuban Perahu 517,Kotak Pos 8413 Lembang 40391 - Jawa Barat - Indonesia.

Twitter Feed

  • RT @balitsa_ivegri: Ini keripik Kentang Chidori dihasilkan dari olahan kentang varietas medians hasil penelitian dari Balai Penelitian Tanaman Sayuran.
    Jul. 28, 2018
  • RT @balitsa_ivegri: Tiga Mahasiswa asal Malaysia kunjungi Balai Penelitian Tanaman Sayuran.
    Aug. 2, 2018

Waktu Pelayanan

  • Senin s/d Kamis :
    8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat :
    12.00 - 13.00 WIB
  • Jumat :
    8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat :
    11.30 - 13.00 WIB
Connect With Us