JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

TTP Cikajang memperkenalkan Teknologi Perbenihan Sistem Aeroponik untuk mempercepat Swasembada Kentang

Kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan komoditas hortikultura unggulan di Indonesia yang menjadi sumber karbohidrat yang kaya protein, mineral, dan vitamin. Terjadi peningkatan konsumsi kentang di Indonesia, sebagai akibat meningkatnya industri makanan kecil berbahan baku kentang dan berubahnya pola menu makanan masyarakat yang mulai mengonsumsi kentang sebagai makanan pokok alternatif. Peningkatan konsumsi kentang, tentu diikuti dengan peningkatan ketersediaan bahan bahan baku, berupa kentang segarnya. Namun Indonesia belum bisa memenuhi kebutuhan secara nasional, terutama untuk kebutuhan kentang industri. Hal ini terbukti bahwa sampai bulan desember 2016 masih terjadi import sebanyak 26.000 ton kentang indutri. Namun demikian menurut kepala biro humas IP kementerian pertanian Agung Hendriadi, import itu nilainya masih kecil dibandingkan dengan dibandingkan dengan totaproduksi nasional yang jumlahnya 1,2 juta ton. Benih Kentang iyang diimport itu adalah kentang industri jenis atlantis yang diperuntukan untuk industry makanan, yang samapai saat ini belum bisa terpenuhi dengan hasil dalam negeri. Permasalahannya antara lain masih rendahnya ketersediaan benih kentang bersertifikat di tingkat petani (Wattimena, 2000). Namun pada bulan Maret tahun 2017 Kepala Biro Humas Kementerian Pertanian Agung Hendriadi dalam keterangan tertulis menyampaikan bahwa, impor tersebut dipastikan tidak akan berlanjut, karena Kementan telah menghasilkan varietas kentang dengan karakter yang sama dengan atlantis, yaitu varietas median. Sebelumnya menteti pertanian di dueng menyampaikan bahwa Strategi peningkatan produksi kentang ke depan adalah 1) penyediaan benih unggul dengan menumbuhkan para penangkar benih untuk kentang varietas granola dan median, 2)  harga dan 3) mendorong produsen makanan berbasis kentang menggunakan produksi dari varietas median.

Dalam upaya mewujudkan program kementerian pertanian dalam hal swasembada benih kentang industri, maka Taman teknologi Pertanian (TTP) Cikajang Kabupaten Garut, yang kegiatan utamanya perbenihan kentang industry siap untuk berperan sebagai tempat pengembangan kentang industri varietas median. Pengembangan varietas median saat ini belum terlalu banyak ketersediaan benih sumber yang masih terbatas. Oleh karena itu TTP Cikajang melakukan  terobosan guna mempercepat perbanyakan benih sumbernya (G-0). Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah melalui perbenihan kentang secara aeroponik.  Kenapa Aeroponik ??,  aeroponik memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan cara konvensional yang sudah biasa dilakukan oleh petani. Beberapa kelebihan dari aeroponik  adalah :

  1. Waktu panen lebih panjang sehingga produksi lebih tinggi
  2. Tidak tergantung musim ketersediaan barang ada sepanjang tahu
  3. Tidak memerlukan tempat yang luas
  4. Hasilnya bersih dan sehat.
  5. Resiko terserang hama penyakit, kecil tanaman dapat dipindah tanpa merusak pertumbuhan.

Perbenihan kentang secara aeroponik adalah  budidaya tanaman dengan melalui sistem  pengkabutan. Pembuatan instalasi untuk pertanaman  dengan menggunakan bak yang terbuat dari fiberglas atau plastik lainnya yang atasnya ditutup dengan menggunakan sterofom yang terlebih dahulu sudah dilubangi. Untuk jarak lubang tanam disesuaikan dengan kebutuhan, dapat menggunakan jarak antar lubang 10 x 10 cm, atau 15 x 10 cm, atau 15 x 15 cm, atau  15 x 20 cm. Sedangkan di dalam bak tersebut terdapat saluran instalasi yang terbuat dari selang PE 16 mm, dan di atas selang tersebut terdapat sprinkler dengan jarak antar sprinkler 60 – 80 cm. Proses pengkabutannya diawali dengan penyiapan tempat (drum 1000 ltr) yang diisi larutan hara (nutrisi), selanjutnya dialirkan ke selang PE dengan bantuan mesin pompa air, sehingga larutan tersebut akan keluar melalui sprinklermenyerupai kabut. Pada sistem ini, hara diserap atau diaplikasikan langsung melalui akar, sehingga proporsi nutrisi akan terserap secara optimal terserap .

Proses produksi benih kentang menggunakan teknologi aeroponik lebih efisien dibandingkan dengan cara konvensional. Bahan tanaman berupa stek mikro berasal dari hasil perbanyakan kultur jaringan  di laboratorium yang sudah steril. Aeroponik selain dapat menghasilkan kualitas bibit kentang yang baik juga lebih banyak dan dapat menghemat lahan. Jika dalam teknologi konvensional menggunakan tanah dan pupuk kandang dalam satu polybag hanya dapat diperoleh 3-5 umbi kentang G0, maka menggunakan teknologi aeroponik dapat dihasilkan 25-40 benih kentang G0.

Kondisi ini menunjukkan bahwa produksi G0 aeroponik memiliki banyak kelebihan yaitu dapat memotong siklus perbenihan kentang (tanpa tanam G1), karena lebih hemat waktu dan biaya produksi, serta ramah lingkungan. Dengan demikian pengembangan sistem aeroponik pada produksi umbi mini G0 tidak saja meningkatkan ketersediaan benih G0, tetapi juga dapat memperpendek rantai perbenihan kentang sehingga ketersediaan benih sumber nasional bagi petani kentang bisa lebih cepat dan meningkat. Seperti kita ketahui selama ini bahwa, satu planlet menghasilkan 10 stek planlet, satu stek planlet menghasilkan 4 umbi G0- konvensional,  Kebutuhan benih G2 adalah 30,000 knol G-0 (untuk G-2 saat ini langsung dari G-0 tidak melalui G-1).  Kebutuhan benih G3 atau G4 adalah 1,5 ton G2 atau G3/ ha. Produksi benih G2 rata-rata 10 ton Ha. Dengan menerapkan teknologi aeroponik satu stek planlet dapat menghasilkan rata-rata 25 umbi, maka dengan demikian akan terjadi percepatan peningkatan ketersediaan benih kentang untuk petani.

Dengan demikian perbenihan kentang melalui aeroponik, potensial untuk dikembangkan,sebagai upaya percepatan penyediaan benih nasional. Selain itu system aeroponik diharapkan mampu menarik minat generasi muda untuk berusahan dibidang pertanian, karena hasilnya cukup menjanjikan dan cara kerjanya cukup bergengsi tidak memerlukan lahan yang sempit, tidak kotor, kerjanya ringan tapi padat teknologi.

Sumber : BPTP Jabar

faviconsertifikasi

BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN
Jl. Tangkuban Perahu 517,Kotak Pos 8413
Lembang 40391 - Jawa Barat - Indonesia
Telp: 022 - 2786245
Fax: 022 - 2789951, 2787676

http://balitsa.litbang.pertanian.go.id

Resep Masakan Resep Masakan