JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Keindahan hamparan bawang merah di dataran tinggi Majalengka

Kabupaten Majalengka merupakan salah satu sentra produksi bawang merah di Pulau Jawa yang lokasinya berdekatan dengan sentra produksi utama nasional yaitu Kabupaten Brebes. Pada tahun 2016 luas tanam bawang merah di Kabupaten Majalengka mencapai 3.285 ha, tersebar di 16 Kecamatan dari 26 Kecamatan yang ada di Kabupaten Majalengka. Rata-rata produksi bawang merah di Kabupaten Majalengka selama 2012-2016 sebesar 28.025 ton, dengan produktivitas sebesar 9,84 ton/ha di tahun 2016.

Pertanaman bawang merah di Majalengka dilakukan di dataran rendah dan juga dataran tinggi. Pada dataran rendah seperti di Kecamatan Kertajati, Jatitujuh, dan Dawuan pertanaman bawang merah dilakukan di lahan sawah pada musim kemarau di Bulan Agustus. Sedangkan di dataran tinggi seperti di Kecamatan Argapura, pertanaman bawang merah dilakukan di lahan kering dan sebagian lahan sawah di akhir musim hujan dan akhir musim kemarau.

Dataran tinggi Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka merupakan daerah dengan ketinggian antara 400-2000 mdpl yang memiliki keindahan tersendiri terutama pada saat musim tanam bawang merah. Di lokasi ini budidaya bawang merah dilakukan dengan mengikuti kontur tanah yang miring sehingga memiliki bentuk berundak-undak (terasering). Lokasi ini tepatnya berada di Desa Argamukti Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka. Saat ini lokasi terasering Argapura menjadi destinasi agrowisata yang banyak diminati wisatawan dari berbagai tempat. Terasering Argapura bahkan disebut sebagai satu diantara beberapa surga untuk para pencinta fotografi sekaligus lokasi untuk ber-selfi.

Kebanyakan petani yang menanam bawang merah di lokasi terasering ini menggunakan varietas bawang merah dataran tinggi seperti Maja Cipanas dan Bali Karet yang dapat dipanen dalam usia 70 hari setelah tanam. Tahun 2016 kelompok tani di lokasi ini mendapatkan bantuan benih varietas Batu Ijo untuk ditanam di dataran tinggi Argapura. Dari segi hasil petani sangat menyukai performa tumbuh dari varietas Batu Ijo tersebut, dan berniat untuk mengembangkannya. Saat ini bawang merah varietas Batu Ijo baru ditanam sebanyak dua kali sejak diberikan kepada petani.Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Majalengka, produktivitas bawang merah di Kecamatan Argapura mencapai 8,5 ton/ha (kering askip).

Budidaya bawang merah yang dilakukan di lereng-lereng ini juga membuka lapangan pekerjaan pendukung rantai nilai agribisnis bawang merah dataran tinggi seperti angkutan bawang merah dari lahan ke gudang serta sebaliknya. Angkutan dilakukan menggunakan sepeda motor yang dimodifikasi menjadi sepeda motor trail yang dapat mengangkut hingga tiga karung pupuk dan bawang merah dengan biaya angkut rata-rata sebesar Rp. 5000/karung.

Budidaya bawang merah di lereng ini juga sering dilakukan dengan sistem tumpang sari dengan komoditas lain seperti kacang panjang, bawang daun, dan tanaman lainnya. Budidaya bawang merah di lereng dengan sistem terasering ini baik dilakukan terutama dalam hal konservasi lahan karena menghindari longsor. Selain itu dapat dijadikan alternatif untuk memasok bawang merah pada saat sentra produksi utama tidak berproduksi.
(AMK, PS, & MJA)

Sumber : Puslitbang Hortikultura

faviconsertifikasi

BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN
Jl. Tangkuban Perahu 517,Kotak Pos 8413
Lembang 40391 - Jawa Barat - Indonesia
Telp: 022 - 2786245
Fax: 022 - 2789951, 2787676

http://balitsa.litbang.pertanian.go.id

Resep Masakan Resep Masakan