Nani Sumarni, Gina Alya Sopha, Wiwin Setiawati, dan Suwandi

Balai Penelitian Tanaman Sayuran

BM luar musim

 

Pemilihan Varietas

  1. Varietas bawang merah yang mampu beradaptasi di musim hujan, antara lain ialah :
  2. Pikatan, umur panen normal 55 hari, potensi hasil 6,2 – 23,3 ton/ha dengan keunggulan tahan simpan sampai 6 bulan.
  3. Pancasona, umur panen normal 57 hari, potensi hasil 6,9 - 23,7 ton/hektar dengan keunggulan tahan simpan 3-4 bulan.
  4. Trisula, umur panen normal 55 hari, potensi hasil 6,5 - 23,2 ton/ha dengan keunggulan tahan simpan sampai 5 bulan.
  5. Mentes, umur panen normal 58 hari, potensi hasil 7,1 - 27,6 ton/ha dan tahan simpan sampai 3-4 bulan.

 

Pemilihan dan Pengolahan Lahan

  • Usahatani bawang merah pada musim hujan dapat dilakukan di lahan sawah dan lahan kering tetapi, sebaiknya dilakukan di lahan kering atau tegalan, di lokasi yang terbuka dan tidak terlindung tanaman besar seperti pohon kelapa dan bambu.
  • Ditanam di tanah Alluvial, Latosol cokelat, Andisol dan jenis tanah lain yang mudah membuang kelebihan air, hindari jenis tanah yang sangat liat (kurang porous) seperti gumosol dan Podsolik merah kuning.
  • Pada pH tanah < 5,5 perlu dilakukan pengapuran dengan Dolomit sebanyak 1,5 ton/ha.
  • Pengolahan lahandilakukan secara manual dengan cangkul atau menggunakan traktor, dibuat bedengan tanam dengan lebar bedengan 1-1,2 meter dan panjang disesuaikan dengan keadaan lahan.  Jarak antar bedengan 20-30 cm, dengan kedalaman parit 20-30 cm. Tanah diletakkan diatas bedengan sehingga tinggi bedengan sekitar 20-30 cm.
  • Dilakukan pengolahan kedua sehingga tanah bedengan rata dan rapi. 

Penanaman

  • Bibit bawang yang digunakan ialah umbi yang sudah disimpan sekitar 2,5-4 bulan dan titik tumbuhnya mencapai 80%, kondisinya segar, kekar, tidak cacat dan bebas dari hama/penyakit yang menempel pada umbi bawang serta ukuran umbi seragam.
  • Apabila bibit bawang merah belum siap ditanam (pertumbuhan tunas dalam umbi 80%) dilakukan perompesan. Tujuan pemotongan umbi bibit adalah untuk mempercepat pertumbuhan.
  • Jarak tanam yaitu : 15 cm x 20 cm atau 15 cm x 15 cm. Umbi bibit dibenamkan sehingga rata dengan permukaan tanah.
  • Apabila umbi bibit seragam, tanaman bawang sudah tumbuh merata setelah 7-10 hari

 

Pemupukan

Pupuk dasar :

  • Pupuk kandang sapi (15-20 t/ha) atau kotoran ayam (5-6 ton/ha) atau kompos (2,5-5 ton/ha).
  • Pupuk buatan TSP/SP-36 (120-200 kg/ha)
  • Pupuk kandang atau kompos dan pupuk buatan (TSP) disebar serta diaduk rata dengan tanah satu sampai tiga hari sebelum tanam.

 

Pupuk susulan :

  • Urea (150-200 kg/ha), ZA (300-500 kg/ha) dan KCl (150-200 kg/ha).
  • Pemupukan susulan I dilakukan pada umur 10-15 hari setelah tanam dan susulan II pada waktu umur 1 bulan setelah tanam, masing-masing ½ dosis.
  • 100 kg NPK(15-15-15) Mutiara diaplikasikan pada umur 3 minggu.

 Pupuk Hayati :

  • Pupuk hayati diaplikasikan melalui bibit sebelum tanam dan/atau dengan penyemprotan pada tanaman umur 1 - 4 minggu.

 Pengairan

  • Pengairan dilakukan setiap hari pada pagi hari dan sore hari sampai tanaman tumbuh (1 minggu) dan selanjutnya disiram setiap pagi menggunakan gembor membasahi daun tanaman bawang merah. 
  • Untuk mempercepat penuaan umbi bawang setelah tanaman berumur > 55 hari dapat dilakuakn penyiraman pada siang hari.

Penyiangan

  • Penyiangan tanaman bawang merah dengan cara manual dilakukan sesuai keadaan gulma di lapangan, yaitu antara satu sampai dua kali penyiangan, dan umumnya dilakukan sebelum aplikasi pemupukan.

Perbaikan bedengan/parit

  • Setelah dilakukan penyiangan gulma dilakukan dengan perbaikan bedengan dengan melakukan pemopokan/ pemeleman bedengan tanam pada saat tanaman umur 30-40 hari.

Pengendalian OPT

  • Pengendalian OPT dilakukan berdasarkan kosep PHT (Pengendalian Hama Terpadu).

Panen

Ciri-ciri fisik tanaman bawang merah yang siap dipanen adalah sebagai berikut (Tjiptono 1986 dalam Musaddad dan Sinaga 1995) :

  • Jika dipegang, pangkal daun sudah lemas.
  • Daun (70-80%) berwarna kuning pucat.
  • Umbi sudah terbentuk dengan penuh dan kompak.
  • Sebagian umbi sudah terlihat di permukaan tanah.
  • Umbi berwarna merah tua/merah keunguan serta berbau khas.
  • Sebagian besar (> 80%) daun tanaman telah rebah.

 Prosesing Hasil Panen

  • Pengeringan dilakukan dengan menjemur bagian umbi bawang merah di bawah sinar matahari langsung selama 7-14 hari,
  • Pembalikan dilakukan setiap 2-3 hari saat susut bobot umbi mencapai 25-40% dengan kadar air 80-84%.
  • Bawang merah untuk konsumsi dikemas menggunakan karung-karung jala yang berkapasitas antara 50-100 kg.
  • Penyimpanan bibit dilakukan dalam bentuk ikatan lalu digantungkan pada rak-rak bambu.
  • Suhu penyimpanan yang baik berkisar antara 30-33 °C, dengan kelembaban nisbi antara 65-70%.
favicon sertifikasi
BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN
Jl. Tangkuban Perahu 517,Kotak Pos 8413 Lembang 40391 - Jawa Barat - Indonesia.

Twitter Feed

  • RT @balitsa_ivegri: Ini keripik Kentang Chidori dihasilkan dari olahan kentang varietas medians hasil penelitian dari Balai Penelitian Tanaman Sayuran.
    Jul. 28, 2018
  • RT @balitsa_ivegri: Tiga Mahasiswa asal Malaysia kunjungi Balai Penelitian Tanaman Sayuran.
    Aug. 2, 2018

Waktu Pelayanan

  • Senin s/d Kamis :
    8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat :
    12.00 - 13.00 WIB
  • Jumat :
    8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat :
    11.30 - 13.00 WIB
Connect With Us