Lembang (BALITSA) – Tidak mau ketinggalan zaman 12 orang anak milenial dari SMAK BPPK Bandung belajar teknik kultur jaringan untuk perbanyakan benih kentang.
 
Wibudiwan Tirta Brata, M.Pd selaku kordinator rombongan mengatakan, pembelajaran ini dalam rangka menambah pengetahuan anak pada mata pelajaran biologi “Membagikan pengetahuan kepada anak anak supaya dapat belajar terkait kultur jaringan, pada mata pelajaran biologi ada materi teknik kultur jaringan, kami mohon kepada Balitsa dapat memperkenalkan dan berbagi ilmunya”. Ungkapnya.
 
Keinginan pihak sekolah direspon baik oleh Kordinator Laboratorium Balitsa Fahmi Aprianto, S.Si dalam hal ini Balitsa akan memberikan materi mengenai kultur jaringan. “banyak teknologi – teknologi yang dihasilkan balitsa sendiri berbagai komoditas terutama kentang menghasilkan varietas unggul baru, teknologi kita sudah banyak digunakan para petani di Indonesia terutama pada kultur jaringan, silahkan kepada siswa bisa berpartisipasi aktif dengan narasumber bersama pakarnya”ujarnya.
 
Materi kultur jaringan disampaikan oleh Isum, dalam pemaparannya menjelaskan tentang proses kultur jaringan berupa cara perbanyakan secara vegetatif dan generatif pada tanaman kentang mulai dari penyiapan benih kentang, penyiapan media tanam planlet, kultur meristem, dan mikropropagasi planlet. Ketertarikan para siswa pada materi kultur jaringan ini antusias bertanya saat sesi diskusi. Dilanjutkan kunjungan ke lapangan melihat tempat produksi perbanyakan benih kentang (screen house).
favicon sertifikasi
BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN
Jl. Tangkuban Perahu 517,Kotak Pos 8413 Lembang 40391 - Jawa Barat - Indonesia.

Waktu Pelayanan

  • Senin s/d Kamis
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 12.00 - 13.00 WIB
  • Jumat
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 11.30 - 13.00 WIB
Connect With Us