Persilangan merupakan salah satu cara untuk memperluas keragaman genetik, dan atau menggabungkan karakter-karakter yang diinginkan dari para tetua sehingga diperoleh populasi-populasi baru sebagai bahan seleksi dalam program perakitan varietas unggul baru. Berikut beberapa cara teknik persilangan dan penyerbukan Bawang Daun.

1. Sebelum melakukan persilangan, terlebih dahulu dilakukan pemilihan individu tetua yang akan disilangkan, dibuat rencana persilangan. Tetua-tetua yang dipilih memiliki karakter-karakter yang diinginkan untuk digabungkan melalui persilangan.

2. Individu-individu yang telah ditandai sebagai tetua diamati perbungaannya. Satu tangkai bunga bawang daun terdiri dari satu umbel, dimana satu umbel terdiri dari 50-2000 kuntum bunga yang kecil (Devi et al, 2015). Ketika kelopak penutup umbel bunga sudah mulai terbuka, maka segera disungkup dengan kertas minyak untuk mencegah terjadinya penyerbukan sendiri maupun silang oleh serangga. Umumnya tangkai kepala sari akan memanjang 2-3 hari setelah kelopak penutup umbel terbuka penuh.

3. Segera setelah tangkai sari memanjang, dilakukan kastrasi dengan mencabut kepala sari yang masih segar menggunakan pinset secara hati-hati. Bawang daun cenderung bersifat protandrous (Devi et al, 2015), yaitu matang dan pecahnya kepala sari (anthesis) mengeluarkan serbuk sari (pollen) mendahului matangnya kepala putik. Kepala sari (anther) yang ditampung didalam cawan petri inilah nanti yang digunakan dalam penyerbukan buatan (hand pollination) ke bunga tetua betina yang juga sudah dikastrasi.

4. Penyerbukan buatan dilakukan dengan mengusapkan serbuk sari (memakai kuas) dari tetua jantan kepada umbel bunga tetua betina yang telah dikastrasi sebelumnya. Setelah umbel diserbuki, dilakukan pemberian label persilangan yang berisi info kode tetua betina dan tetua jantan serta tanggal penyerbukan. Setelah itu, umbel disungkup kembali.

5. Kastrasi dan persilangan dilakukan sekitar pukul 09.00-11.00 pagi. Hal ini dilakukan setiap pagi selama perbungaan karena kepala sari muncul dan keluar dari kuntum bunga secara tidak serentak. Umumnya, waktu matang kepala sari dimulai dari lingkaran kuntum bunga yang paling atas dan berlanjut terus hingga lingkaran kuntum paling bawah dekat tangkai bunga.

6. Persilangan yang berhasil ditandai dengan kuntum bunga yang masih segar, bagian bakal buah yang berwarna hijau membesar dibagian bakal buahnya dan sedikit keras, sedangkan kuntum bunga yang gagal dibuahi akan terlihat layu (coklat) dan kempes.

7. Sungkup dibuka apabila umbel yang telah penuh diserbuki dan hampir seluruhnya bakal buah telah terlihat

8. Umbel yang siap panen ditandai dengan buah-buah yang telah mengeras dan terlihat 3-4 kotak buah telah kering dan pecah. Satu kotak buah terdiri 3-4 biji berwarna hitam dan keras (seperti biji TSS bawang merah)

9. Umbel-umbel yang dipanen akan dikeringkan terlebih dahulu, kemudian diproses sehingga biji-biji diekstrak seluruhnya dari kotak-kotak buah. Setelah itu, biji-biji tersebut dapat digunakan untuk kegiatan pemuliaan selanjutnya.

favicon sertifikasi
BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN
Jl. Tangkuban Perahu 517,Kotak Pos 8413 Lembang 40391 - Jawa Barat - Indonesia.

Waktu Pelayanan

  • Senin s/d Kamis
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 12.00 - 13.00 WIB
  • Jumat
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 11.30 - 13.00 WIB
Connect With Us